
Wawancara: Motoris Legendaris Komunitas RoadForge – Di dunia otomotif roda dua, komunitas bukan sekadar tempat berkumpul, tetapi ruang berbagi pengalaman, solidaritas, dan semangat kebersamaan. Salah satu sosok yang namanya kerap disebut ketika membicarakan perjalanan panjang komunitas RoadForge adalah Arga “ForgeMaster” Pratama. Lebih dari dua dekade menunggangi motor lintas kota dan lintas generasi, Arga dianggap sebagai motoris legendaris yang menjadi inspirasi bagi anggota baru maupun lama.
Dalam wawancara berikut, Arga berbagi kisah awal perjalanannya, filosofi berkendara, hingga pandangannya tentang masa depan komunitas motor.
Awal Perjalanan dan Filosofi Berkendara
Arga mengawali perjalanannya di dunia motor sejak usia remaja. Baginya, motor bukan hanya alat transportasi, tetapi simbol kebebasan dan tanggung jawab. “Saat pertama kali touring jarak jauh, saya sadar bahwa berkendara bukan soal kecepatan, tapi soal kendali diri,” ujarnya.
Ia mengenang masa-masa awal bergabung dengan komunitas yang masih kecil dan sederhana. Perjalanan dilakukan dengan perencanaan minim, peralatan seadanya, namun penuh semangat. Dari situlah terbentuk nilai-nilai dasar seperti disiplin, solidaritas, dan saling menjaga di jalan.
Menurut Arga, etika berkendara adalah hal utama yang harus dimiliki setiap motoris. Menghormati pengguna jalan lain, menjaga formasi saat touring, serta memahami kondisi motor sebelum berangkat adalah bagian dari tanggung jawab kolektif. “Motor kuat itu penting, tapi mental yang matang jauh lebih penting,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya keselamatan. Helm standar, jaket pelindung, sarung tangan, dan sepatu yang layak bukan sekadar gaya, melainkan perlindungan. Pengalaman menghadapi hujan deras, jalan rusak, hingga medan pegunungan membentuk kedewasaan dalam mengambil keputusan di jalan.
Dinamika Komunitas dan Regenerasi
Sebagai salah satu anggota senior, Arga melihat perubahan besar dalam dinamika komunitas. Jika dulu komunikasi terbatas pada pertemuan langsung, kini media sosial mempermudah koordinasi dan memperluas jaringan. Namun, ia mengingatkan bahwa esensi komunitas tetap sama: kebersamaan.
“Generasi baru datang dengan ide segar dan teknologi baru. Itu bagus. Tugas kami yang lebih senior adalah menjaga nilai dasar agar tidak hilang,” katanya. Ia percaya bahwa kolaborasi lintas generasi membuat komunitas tetap relevan dan berkembang.
Arga juga aktif membimbing anggota baru dalam teknik berkendara jarak jauh, manajemen stamina, hingga perawatan mesin. Baginya, pengalaman di jalan adalah sekolah terbaik. Kesalahan kecil bisa menjadi pelajaran besar jika disikapi dengan bijak.
Dalam beberapa tahun terakhir, komunitas juga terlibat dalam kegiatan sosial seperti bakti sosial dan kampanye keselamatan berkendara. Arga melihat peran komunitas tidak hanya sebatas hobi, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat.
Harapan untuk Masa Depan
Ketika ditanya tentang harapannya, Arga menjawab sederhana: konsistensi. Ia berharap semangat persaudaraan tetap menjadi fondasi utama, terlepas dari perkembangan tren otomotif atau perubahan teknologi kendaraan.
“Motor boleh berubah, generasi boleh berganti, tapi rasa saling percaya dan tanggung jawab harus tetap ada,” ujarnya. Ia yakin bahwa selama nilai itu dijaga, komunitas akan terus melahirkan motoris tangguh dan berkarakter.
Kisah Arga menunjukkan bahwa menjadi motoris legendaris bukan soal jarak tempuh atau jenis motor yang ditunggangi, melainkan dedikasi, integritas, dan komitmen terhadap komunitas. Dari jalan raya hingga ruang diskusi, semangat itu terus menyala—menghubungkan roda, cerita, dan persahabatan dalam satu perjalanan panjang.